Archive for January, 2006

Jikalah Pada Akhirnya…

Monday, January 9th, 2006

Jikalah derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa mesti dijalani sepedih rasa,
Sedang ketegaran akan lebih indah dikenang nanti

Jikalah kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa tidak dinikmati saja,
Sedang ratap tangis tak akan mengubah apa-apa

Jikalah luka dan kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa,
Sedang ketabahan dan kesabaran adalah lebih utama

Jikalah kebencian dan kemarahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa mesti diumbar sepuas jiwa,
Sedang menahan diri adalah lebih berpahala

Jikalah kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa mesti tenggelam di dalamnya,
Sedang taubat itu lebih utama

Jikalah harta akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa mesti ingin dikukuhi sendiri,
Sedang kedermawanan justru akan melipatgandakannya

Jikalah kepandaian akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa mesti membusung dada dan membuat kerusakan di dunia,
Sedang dengannya manusia diminta memimpin dunia agar sejahtera

Jikalah cinta akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa mesti ingin memiliki dan selalu bersama,
Sedang memberi akan lebih banyak menuai arti

Jikalah bahagia akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa mesti dirasakan sendiri,
Sedang berbagi akan membuatnya lebih bermakna

Jikalah hidup akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka,
Sedang begitu banyak kebaikan yang bisa tercipta

Suatu hari nanti, saat semua telah menjadi masa lalu, aku ingin berada diantara mereka yang bertelekan di atas permadani sambil bercengkrama dengan tetangganya, saling bercerita tentang apa yang telah mereka kerjakan di masa lalu, hingga mereka mendapat anugerah itu.

[(Duhai kawan, dulu aku miskin dan menderita, namun aku tetap berusaha selalu bersyukur dan bersabar, dan ternyata derita itu hanya sekejap saja dan cuma seujung kuku, dibanding segala nikmat yang kuterima disini)

(Wahai kawan, dulu aku membuat dosa sepenuh bumi, namun aku bertobat dan tak mengulangi lagi hingga maut menghampiri. Dan ternyata, ampunan-NYA seluas alam raya, hingga sekarang aku berbahagia )].

Suatu hari nanti, ketika semua telah menjadi masa lalu, aku tak ingin ada diantara mereka yang berpeluh darah dan berkeluh kesah : andai dimasa lalu mereka adalah tanah saja.

[(Duhai! Harta yang dahulu kukumpulkan sepenuh raga, ilmu yang kukejar setinggi langit, kini hanyalah masa lalu yang tak berarti, mengapa dulu tak kubuat amal jariah yang dapat menyelamatkanku kini?)...

(Duhai! Nestapa, kecewa, dan luka yang dulu kujalani, ternyata hanya sekejap saja dibanding sengsara yang harus kuarungi kini. Mengapa dulu aku tak sanggup bersabar meski hanya sedikit jua?)].

sumber : Unknown