Archive for June, 2006

Allahumma arrifni nafsii…Ya Allah kenalkan aku dengan diriku [3 of 3]

Thursday, June 29th, 2006

Saudaraku,
semoga Allah mempererat genggaman tangan kita di jalan-Nya.

Itulah
pentingnya mengenali diri. Sampai-sampai Umar bin Abdul Aziz yang di juluki
Khulafaru Rasyidin ke lima itu mengatakan , “Aku mempunyai akal yang aku takut
Allah akan mengazabku karenanya.” (Riyadun Nufus, 1/355). Umar bin Abdul Aziz
banyak merenungi dirinya dan sangat mengenal dirinya sehingga muncullah
perkataan luar biasa itu.

Bahkan, karena
pengenalan diri yang dalam ituFudhail bin Iyadh Rhadiallahu anhu mengatakan, “La yua’rifur riya ila mukhlis” riya tak
mungkin disadari kecuali oleh orang yang ikhlash. Ya, orang yang merasakan
manisnya ikhlas, pasti akan mengetahui pahitnya riya. Begitulah, manisnya
ikhlas dan pahitnya riya hanya dirasakan oleh orang-orang yang terbiasa dan
mengenali getaran jiwa.

 

Saudaraku,

Apa yang
dikatakan oleh Fudhail itu tadi pun bertolak karena kondisi dirinya yang sangat
mengenal karakter jiwanya sendiri. Orang yang tidak mengenal dirinya, bahkan
mengingkari keburukan dirinya adalah orang yang tidak akan mampu mengetahui
apalagi mempengaruhi jiwa orang lain. Apalagi meluruskan kebengkokannya, ia
tidak akan bisa. Inilah materi yang disebutkan oleh Al Kailani ketika ia
mengatakan, “Bila engkau mampu meluruskan kekurangan yang ada pada dirimu,
berarti engkau mampu meluruskan kekurangan yang ada pada selain dirimu.” Ia
melanjutkan, “ Kemampuanmu menghilangkan kemungkaran tergantung dengan kekuatan imanmu memerangi kemungkaran
dalam dirimu. Kelemahanmu tinggal diam didalam rumah dari merubah kemungkaran
adalah karena kelemahan imanmu dalam memerangi kemungkaran yang ada dalam
dirimu. Kekokohan dan kekuatan imanlah yang mengokohkan para ulama saat mereka
berhadapan dengan pasukan syaitan baik manusia dan jin. “ (Al-Fathur Rabbani, 30)

 

Allahumma arrifni nafsii….” Ya Allah,
kenalkan aku pada diriku….*

<The End>

Allahumma arrifni nafsii…Ya Allah kenalkan aku dengan diriku [2 of 3]

Thursday, June 29th, 2006

Saudaraku,

Salah satu pesan
yang bisa kita tangkap dari petuah Ibnul Qayyim rahimahullah itu adalah, kedalaman ilmunya tentang lintasan dan
perasaan-perasaan jiwa. Ibnul Qayyim rahimahullah
yang banyak berguru pada Ibnu Taimiyyah itu, berhasil mengenal karakter
jiwa dan kemanusiaannya, sampai ia pun kemudian banyak mengeluarkan
nasihat-nasihat yang maknanya sangat dalam dan menyentuh tentang jiwa.

 

Saudaraku,

Mengenali diri
memang penting. Rasulullah saw juga mengajarkan kita untuk lebih banyak
bercermin dan mengevaluasi diri sendiri, ketimbang bercermin dan mengevaluasi
orang lain. Orang yang sibuk oleh aib dan kekurangannya, kata Rasulullah lebih
beruntung , ketimbang orang yang sibuk memperhatikan kekurangan orang lain.

Dan memang,
manfaat menjalani nasihat Rasulullah saw ini adalah seperti yang dikatakan
Ibnul Qayyim, “Barangsiapa yang mengenal dirinya, ia akan sibuk untuk
memperbaiki diri daripada sibuk mencari-cari aib dan kesalahan orang lain.”

 

Saudaraku,
genggam erat-erat tali keimanan kita

Kenali diri.
Pahami kebiasaannya. Rasakan setiap getaran-getarannya. Lalu berhati-hati dan
kontrollah kemauan dan kecenderungannya. Waspadai kekurangannya dan manfaatkan
kelebihannya. Berdoalah pada Allah agar Ia menyingkapkan ilmu-Nya tentang diri.
Sebagaimana senandung doa yang dilantunkan Yusuf bin Asbath, murid Sofyan Ats
Tsauri: “Allahumma arrifni nafsii”, Ya
Allah kenalkan aku dengan diriku…

Jiwa manusia
banyak menyimpan rahasia. Misteri hati dan jiwa manusia sulit dikenali dengan
baik kecuali dengan bantuan Allah swt kepada kita. Karena itu ulama terkenal
yang ahli dalam masalah kejiwaan Sahal bin Abdillah mengatakan bahwa mengenali
diri sendiri itu lebih sulit dan lebih halus daripada mengenali musuh. Artinya,
aib dan kekurangan yang terselubung didalam diri, sangat sulit dideteksi, dan
harus dibuka oleh Allah agar seseorang dapat membersihkan diri dan jiwanya.

 

Jika seseorang
telah berhasil mengenal dan mengetahui bagaimana kondisi jiwanya, maka ia akan
mudah mengontrol dan mengawasi keinginan-keinginan buruknya. Inilah yang
dikatakan ulama Makkah bernama Wuhaib bin Ward. “Sesungguhnya diantara kebaikan
jiwaku adalah pengetahuanku tentang keburukan jiwaku. Cukuplah seorang mukmin
memelihara dirinya dari keburukan bila ia mengetahui keburukan jiwanya kemudian
ia meluruskannya.”

 

Sebagaimana juga
perkataan Hasan Al Bashri, “Seorang hamba masih dalam keadaan baik selama ia
menyadari dan mengetahui sesuatu yang merusak amal-amalnya. (Az-Zuhd, Imam Ahmad).

….
<To Be Continued>

Allahumma arrifni nafsii…Ya Allah kenalkan aku dengan diriku [1 of 3]

Thursday, June 29th, 2006

(source : Mencari Mutiara di Dasar Hati—Catatan
perenungan ruhani Seri 1; Halaman 38, Muhammad Nursani)

 

“Barangsiapa yang mengenal dirinya, ia akan sibuk untuk
memperbaiki diri daripada sibuk mencari-cari aib dan kesalahan orang lain.”

(Ibnul Qayyim)

 

Diantara ciri-ciri kebahagiaan dan kemenangan seorang hamba adalah : Bila
ilmu pengetahuannya bertambah, bertambah pula kerendahan hati dan kasih
sayangnya. Setiap bertambah amal-amal shalih yang dilakukan, bertambah pula
rasa takut dan kehati-hatiannya dalam menjalankan perintah Allah. Semakin
bertambah usianya, semakin berkuranglah ambisi-ambisi keduniaannya. Ketika
bertambah harta, bertambah pula kedermawanan dan pemberiannya kepada sesama.
Jika bertambah tinggi kemampuan dan kedudukannya, bertambahlah kedekatannya
pada manusia dan semakin rendah hati kepada mereka
. Sebaliknya, ciri-ciri kecelakaan adalah : Ketika
bertambah ilmu pengetahuannya, semakin bertambah kesombongannya. Setiap
bertambah amalnya, kian bertambah kebanggaannya pada diri sendiri dan
penghinaannya kepada orang lain. Semakin bertambah kemampuan dan kedudukannya,
semakin bertambah pula kesombongannya.”
(Al Fawa-id, Imam Ibnul Qayyim)

 

Saudaraku,

Suasana apa yang
terekam dalam jiwa kita saat membaca kalimat-kalimat tersebut? Bilakah kita
berada dalam daftar orang-orang yang berbahagia dan menang? Atau, celaka?
Semoga Allah Swt membimbing hati dan langkah kita untuk tetap memiliki karakter
orang-orang yang berbahagia dan menang. Semoga Allah menjauhkan hati dan
langkah kita dari karakter orang-orang yang terpedaya oleh ilmu, amal dan
kemampuannya, aamiin.

<To Be Continued>

Apabila Seorang Hamba…

Monday, June 12th, 2006

seorang filosuf berkata :
Apabila seorang hamba tidak takut pada Allah,
takkan selamat lidahnya dari cela.
Apabila seorang hamba tidak takut bertemu Allah,
takkan selamat hatinya dari riba.
Apabila seorang insan mengharap pada sesama,
niscaya sifat tamak akan menghinggapinya.
Apabila seorang insan tidak menjaga amal salehnya,
niscaya ia dihinggapi sifat riya’
Apabila seorang manusia enggan berdoa agar dijaga hatinya,
niscaya hasud akan melingkupinya.
Dan apabila manusia enggan belajar darma,
niscaya ujub tak dapat dihindarinya.

* Masya Allah, semoga kita terhindar dari yang demikian, aamiin

Sinar Cahaya Ayat Kursi

Sunday, June 11th, 2006

Source : Friendster message from my FS friends

Dlm sebuah hadis, ada menyebut perihal seekor  syaitan yg duduk diatas pintu rumah. Tugasnya ialah utk menanam keraguan di hati suami terhadap kesetiaan isteri di rumah dan keraguan dihati isteri terhadap kejujuran suami di luar rumah. Sebab itulah Rasulullah tidak akan masuk rumah
sehinggalah Baginda mendengar jawaban salam daripada isterinya. Disaat itu syaitan akan lari bersama-sama dengan salam itu.
Hikmah Ayat Al-Kursi mengikut Hadis-hadis:
1) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi apabila berbaring di tempat tidurnya, Allah SWT mewakilkan dua orang Malaikat memeliharanya hingga subuh.
2) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir setiap sembahyang Fardhu, dia akan berada dalam lindungan Allah SWT hingga sembahyang yang lain.
3) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap sembahyang,tidak menegah akan dia daripada masuk syurga kecuali maut dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur, Allah SWT memelihara akan dia ke atas rumahnya, rumah jirannya dan ahli rumah- rumah disekitarnya.
4) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap2 sembahyang fardhu, Allah SWT menganugerahkan dia setiap hati orang yg bersyukur,setiap perbuatan orang yg benar, pahala nabi2 serta Allah melimpahkan padanya rahmat.
5) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Allah SWT mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya, mereka semua memohon keampunan dan mendoakan baginya.
6) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi  di akhir sembahyang Allah SWT akan mengendalikan pengambilan rohnya dan dia adalah seperti orang yang berperang bersama Nabi Allah sehingga mati syahid.
7) Barang siapa yang membaca ayat Al-Kursi ketika dalam kesempitan nescaya Allah SWT berkenan memberi pertolongan kepadanya.

"Dari Abdullah bin ‘Amr r.a., Rasulullah S.A.W. bersabda,
Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat…"

"Utamakan SELAMAT dan SEHAT
untuk Dunia  Mu,
Utamakan SHOLAT dan ZAKAT
untuk  Akhirat Mu"
Subhanallah…