Archive for October, 2006

Pagiku Warna Warni…

Friday, October 13th, 2006

Pagi ini penuh warna,

mulai dari ketika siap-siap mau berangkat kerja, aku rebutan kamar

mandi ama mba-ku, hehehe, biasa, keributan di pagi hari.

Baru saja keluar dari rumah HP ku berbunyi, oh ternyata ada SMS dari saudariku yang tercinta,

dan isi sms nya menambah warna di hariku ini… sms yang baru berani ku jawab setelah lewat

tengah hari, karena memerlukan pemikiran yang lumayan mendalam. ^_^

Ketika mau naik angkot Kalapa-Ledeng, aku udah berniat untuk duduk di samping pak sopir

supaya tidak terlalu capek menyesuaikan diri dengan gaya sang sopir menyetir, biasalah sopir

angkot Bandung :D begitu melihat ada satu angkot yang ga orang disamping sopirnya, aku langsung

menyetopnya dan duduk di tempat yang telah kurencanakan. Dalam hitungan detik aku baru

ngeh kalo angkot itu kosong sama sekali !! (wah, alamat sering ngetem nih kupikir. Tapi gak

apa-apa lah, Bismillah…)

Tapi ternyata yang lebih mengecewakan lagi, itu si Bapak sopir

dengan santainya merokok dan minum air cup, Masya Allah!!! ini kan bulan Ramadhan, dan

aku berkhusnudzan si Bapak itu seorang muslim. Hhh, perasaan jadi ga enak deh.
Di jalan, Bapak sopir itu menggerutu nggak jelas, mungkin karena dia kesal belum dapat

penumpang juga kecuali diriku, sedangkan banyak angkot dengan tujuan yang sama udah

hampir penuh (wuiihh, gmna orang berminat menyetop angkotnya wong cara nyetirnya

mengerikan gt…)
aku udah mulai kurang nyaman, tapi hati masih kasian, ya udah aku bertahan.

Di perempatan Asia Afrika, Bapaknya berkata, " Aduh, punten ya neng, bapak ga puasa,

habisnya kalo kerjaannya sopir gini, suka ga sabar" walah gmana nih bapak…ya udah aku kasi

komentar dengan datar, "Ya justru kalo puasa kan biar jadi sabar pak" trus aku diam saja.
Aku mulai berpikir untuk bertahan di angkot ini sampai tiba ke tujuan, karena kupikir

mungkin bisa tercipta dialog yang membangun dengan adanya sepotong obrolan barusan.

Tapi ternyata setelah itu, si Bapak bertambah aneh (atau hanya perasaanku saja?), mulai dari

ngetem lama2 sambil menggerutu, sampai menirukan gayaku melipat tangan ketika

angkotnya berhenti (Masya Allah, kok aku jadi suudzan gini ama Bapak tsb??!?!)
Setelah berpikir dan menimbang perjalanan yang masih cukup jauh, daripada sport jantung dan curigaaan melulu sama sopirnya akhirnya kuputuskan

untuk turun di jalan sunda dan berganti angkot, dengan membayar ongkos secukupnya.

Fyuuh, Alhamdulillah…

Maaf ya Pak Sopir…

Bagaimana Kita Menyikapi Isi Al Qur’an

Thursday, October 12th, 2006

Seorang Ustadz yang ku kagumi malam ini membawakan ceramahnya di mesjid yang

kucintai.
Sang Ustadz, seperti biasa membawakan ceramahnya dengan gaya bahasa yang kalau

menurutku dan beberapa orang teman, sangat "dalem" alias penuh makna dan semakin

direnungkan semakin terasa menyentuh qalbu yang paling dalam.
Salah satu cuplikan isi ceramah beliau yang masih jelas dalam ingatanku (dan tentunya dengan

bahasa yang tak seindah bahasa beliau :D) adalah,
bahwa ketika kita membaca isi Al Qur’an, baik itu mengenai janji-janji Allah tentang

nikmatnya syurga, sampai teguran dan peringatan tentang azab Allah, kita harus

memposisikan diri sebagai objeknya, yakni kita harus melihat bahwa janji Allah itu untuk

KITA, teguran itu adalah teguran Allah atas semua kekhilafan KITA, dan peringatan itu adalah

janji yang nyata atas apa yang akan KITA dapatkan kelak di akhirat.

Janganlah kita memposisikan diri kita sebagai orang yang terlepas dari semua itu, atau bahkan kita men"smash"nya ke orang lain, seperti misalnya ketika kita membaca atau mendengar ayat Al Qur’an dibacakan kita berfikiran "tuh kan si X ga mau di bilangin sih, bener kan ada di Al Qur’an", atau "iya nih, cocok banget buat nyindir si Y", atau "Kayanya si Z harus dengerin ayat ini nih, biar dia bertaubat". Sebaiknya sikap kita adalah, kita introspeksi diri, selama ini apakah kita sudah memperbanyak amal shalih dan perbuatan baik sehingga Allah meridhai kita dan tidak memasukkan kedalam golongan manusia yang merugi kelak?
Apakah kita sudah melaksanakan sepenuhnya perintah dan tuntunan dari-Nya?

Kalau kita sudah senantiasa berpikiran seperti itu, niscaya kita akan selalu disibukkan dengan aktivitas memperbaiki diri sendiri dan berbuat amal kebaikan dimanapun kita berada. Bukan sebaliknya, yaitu sibuk mencari-cari cela dan kesalahan orang lain.
Masya Allah…. Ya Rabbi hindarkanlah hamba dari perasaan merasa aman dari perbuatan khilaf dan dosa serta jauhkanlah hamba dari api neraka-Mu, aamiin.

Wallahu ‘alam

Hamba Mu yang dhaif

10 Hari Pertama Ramadhanku…

Wednesday, October 4th, 2006

Subhanallah, tak terasa tarawih malam ini adalah tarawih yang ke sebelas yang kujalani di bulan Ramadhan 1427 ini, berarti besok adalah hari pertama di sepuluh hari yang kedua. Sepuluh hari yang dijanjikan Allah akan dibukakan lebar-lebar pintu maghfirahNya… (bagi yang meminta ampunan tentunya)
Seingatku aku baru dua kali menangis ketika sholat tarawih. Pertama ketika diingatkan ustadz penceramah bahwa sebentar lagi kita akan memasuki 10 hari yang kedua di bulan Ramadhan, fyuh..rasanya baru saja kita memasuki bulan yang suci ini, memang waktu sangat cepat meninggalkan kita. Maka terbayang-bayanglah semua kekhilafan diri ini, semua kelemahan diri ini, semua kesalahan yang pernah di perbuat…takut..rasanya takut dan menyesal sekali, Ya Rabb, ampunilah hamba-Mu yang dhaif ini…..

Yang kedua kalinya, aku menangis malam ini,
aku menangis karena aku merasa kenapa aku susah sekali untuk menangisi dan menyesali kesalahan2 dan dosa2 yang telah kuperbuat, Ya Allah…sungguh banyak sekali khilaf dan dosa yang telah ku perbuat, sedang ampunan-Mu begitu deras mengalir, hamba malu pada-Mu ya Allah….
aku juga menangis karena ku kurang memanfaatkan waktu-waktu yang ideal untuk berdoa, meminta dan memohon kepada-Nya….
Sering merasa paling benar dengan pendapat yang kita pegang, mungkin itu yang pernah ku lakukan…
Tak jarang sangat malas untuk memberikan senyum tulus kepada orang-orang yang di temui dimana saja…
seringkali melalaikan tanggung jawab yang dimiliki,
sering juga melalaikan waktu yang diberikan,
bahkan seringkali kurang bersyukur akan semua nikmat yang telah Allah berikan,
masya Allah….

Yaa  Allah! Tanamkanlah Dalam Diriku Kecintaan Kepada Perbuatan Baik, Dan Tanamkanlah Dalam Diriku Kebencian Terhadap Kemaksiatan Dan Kefasikan. Jauhkanlah Dariku Kemurkaan-Mu Dan Api Neraka Dengan Pertolongan-Mu, Wahai Penolong Orang-Orang Yang Meminta Pertolongan….aamiin.